Untuk yang ke Berberapa Kalinya
Hehehehe… aku selalu tertawa geli saat apa yang aku rencanaka dalam waktu dekat terjadi sesuai dengan keinginan ^ku
. itu semua ku lakukan terhadap seorang junior^ku dan sedikit menyentuh dosen jenius^ku yang selalu ku banggakan… aku selalu berhasil menahan kekehan^ku agar tidak meledak didepan mereka. aku senang saat mereka megeluarkan jurus sakti plus full emosi untuk junior^ku dan semi emosi untuk sang dosen(mungkin beliau sudah bisa menimang emosi dengan kedewasaan, x aja ya…). aku selalu berpura2 sok tau dan mempertahankan prinsip seolah dengan emosi juga hahahaha…. dan ini ku lakukan untuk yang ke beberapa kalinya.
. itu semua ku lakukan terhadap seorang junior^ku dan sedikit menyentuh dosen jenius^ku yang selalu ku banggakan… aku selalu berhasil menahan kekehan^ku agar tidak meledak didepan mereka. aku senang saat mereka megeluarkan jurus sakti plus full emosi untuk junior^ku dan semi emosi untuk sang dosen(mungkin beliau sudah bisa menimang emosi dengan kedewasaan, x aja ya…). aku selalu berpura2 sok tau dan mempertahankan prinsip seolah dengan emosi juga hahahaha…. dan ini ku lakukan untuk yang ke beberapa kalinya.Tapi semua yang ku lakukan dengan hati yang tulus kok.. aku ingin niat^ku tercapai:
- dengan kritikan^ku, aku berharap junior^ku itu lebih cerdas dan tidak kaku dalam bersilat lidah saat dia harus berhadapan dengan orang2 yang asing dan ingin menjatuhkannya (jelasnya, lebih dewasa gitu). #hingga engkau benar2 menjadi pemimpin yang sukses nantinnya#
- dengan kritikan^ku, aku berharap sang dosen jenius dapat mengeluarkan jurus2 mautnya,sehingga menjadi ilmu yang dapat aku simpan dalam memory^ku dan dapat digunakan saat2 aku butuhkan nantinya.
- mendewasakan^ku dalam menghadapi situasi dan orang2 yang berbeda.
Terima kasih junior dan dosen jenius^ku, karena telah mau mendengarkan celotehku yang agak menjengkelkan kalian, tapi semua itu bukan dari dasar hati^ku kok… dan aku sengaja membuat suasana seperti itu demi sesuatu yang bernilai positif. andai kalian tau niat^ku…..
Maafkan aku karena telah beberapa kali aku melakukannya, bahkan sampai saat ini aku belum mempunyai niat untuk menghentikannya… kalian tetap tabah ya…


