s@nubary

September 29, 2006

Enam Pertanyaan Imam al-Ghazali

Filed under: Uncategorized

Suatu hari, Imam al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam beliau bertanya beberapa hal:
Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?.
Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)

Lalu Imam al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah "MASA LALU." Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (QS. Al- a’araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (QS. Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah ‘meninggalkan SHALAT’. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.

Lantas pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah "lidah MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. [hidayatullah.com]

September 4, 2006

Kerinduan Akan Syurga

Filed under: Uncategorized

 Hidupku adalah surgaku, surga bagi diriku adalah pada saat Anugerah dan Hidayah selalu dekat dihatiku. Kebahagiaan Hati adalah pada saat melihat orang tua bahagia. Keikhlasan yang terbentuk karena kekuatan Ilahi yang memberikan dorongan agar aku selalu ingat akan kekuasaan-Nya. Kesombongan selalu hadir pada diriku, ketika aku merasa dibutuhkan atau ketika aku selalu mengedepankan diri untuk berbuat suatu hal yang mungkin pada saat aku merasa dirugikan dan merugikan. Untuk masa depan^ku, aku punya niat dan tekad… Apapun yang aku baca tentang ketertarikan dunia, aku selalu mengagungkan Al-Qur’an  dan Al-Hadits sebagai pedoman hidup demi Perjuangan menuju Surga. Sujud serta Syukur yang akan selalu aku panjatkan kepada Sang Pencipta^ku, karena dengan keislaman dan kesadaran^ku untuk mereformasi diri, mudah-mudahan menjadi pertimbangan agar Hamba ini menjadi penghuni Syurga. Bagi^ku kehidupan di dunia hanya sekedar persinggahan, untuk itu zikir sebanyak-banyaknya dan bertawakal dengan sepenuh hati, mudah-mudahan apa yang aku cita-citakan sebagai Hamba-Nya terkabul; yaitu menjadi salah satu penghuni Syurga yang abadi. Usaha dan kerja keras Insya ALLAH menjadi jalan yang lurus untuk menjadi Hamba pilihannya. Tulisan ini cuma sekedar isi dari hati sebagai sujud syukur kepada sang Khalik. Mohon Maaf apabila tulisan ini telah mempengaruhi pikiran Anda. Syukran katsira kepada ALLAH dengan memohon keampunan dan keridaan-NYA.

Refleksi Sahabah: Kensjava.blogspot.com 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer